<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>coretan seorang Rya</title>
	<atom:link href="http://ryautopia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ryautopia.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2009 15:11:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ryautopia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>coretan seorang Rya</title>
		<link>http://ryautopia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ryautopia.wordpress.com/osd.xml" title="coretan seorang Rya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ryautopia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perpustakaan Sebagai Lumbung Padi</title>
		<link>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/perpustakaan-sebagai-lumbung-padi/</link>
		<comments>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/perpustakaan-sebagai-lumbung-padi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryautopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryautopia.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Tugas dan Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi Fungsi Edukasi Perpustakaan merupakan pusat sumber belajar para sivitas akademika. Oleh karena itu staf perpustakaan harus selalu mendorong sivitas akademikanya agar memanfaatkan sumber-sumber yang disediakan untuk tujuan pendidikan, pengajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Fungsi Informasi Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh  pencari dan pengguna informasi. Fungsi Riset [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=29&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tugas dan Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi</strong></p>
<p><strong>Fungsi Edukasi</strong></p>
<p>Perpustakaan merupakan pusat sumber belajar para sivitas akademika. Oleh karena itu staf perpustakaan harus selalu mendorong sivitas akademikanya agar memanfaatkan sumber-sumber yang disediakan untuk tujuan pendidikan, pengajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan.</p>
<p><strong>Fungsi Informasi</strong></p>
<p>Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh  pencari dan pengguna informasi.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Fungsi Riset</strong></p>
<p>Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan  pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki, karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang.<strong></strong></p>
<p><strong>Fungsi Rekreasi </strong></p>
<p>Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas,  minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.<strong></strong></p>
<p><strong>Fungsi Publikasi</strong></p>
<p>Perpustakaan juga membantu melakukan publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh warga  perguruan tingginya yakni sivitas akademik dan staf non-akademik agar karya/penelitian lanjutan dapat dilakukan, hasil penelitian dapat dimanfaatkan dan dapat membantu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat</p>
<p><strong>Fungsi Deposit (Penyimpanan)</strong></p>
<p>Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya. Karya dan pengetahuan tersebut diturunkan kepada generasi selanjutnya, sehingga generasi penerus dapat mengembangkan temuan-temuan yang telah ada. <strong></strong></p>
<p><strong>Fungsi Interpretasi</strong></p>
<p>Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryautopia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryautopia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryautopia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryautopia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryautopia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryautopia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryautopia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryautopia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryautopia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryautopia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryautopia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryautopia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryautopia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryautopia.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=29&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/perpustakaan-sebagai-lumbung-padi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e074d96da61e9cfeccf22071931c96e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryautopia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Jantung Pendidikan Murah</title>
		<link>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/perpustakaan-jantung-pendidikan-murah/</link>
		<comments>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/perpustakaan-jantung-pendidikan-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryautopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryautopia.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pepatah mengatakan buku adalah jendela informasi. Lembar demi lembarnya menyimpan kandungan pengetahuan yang mampu menembus lintas generasi. Sayang, minat baca di kalangan masyarakat Indonesia terbilang kecil padahal budaya baca tulis sudah ada sejak zaman pra sejarah yang ditandai oleh beberapa prasati bertuliskan huruf Sansekerta. Rendahnya minat baca berhubungan erat dengan rendahnya pendapatan per kapita khususnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=26&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pepatah mengatakan buku adalah jendela informasi. Lembar demi lembarnya menyimpan kandungan pengetahuan yang mampu menembus lintas generasi. Sayang, minat baca di kalangan masyarakat Indonesia terbilang kecil padahal budaya baca tulis sudah ada sejak zaman pra sejarah yang ditandai oleh beberapa prasati bertuliskan huruf Sansekerta.<br />
Rendahnya minat baca berhubungan erat dengan rendahnya pendapatan per kapita khususnya di Indonesia. Menurut Tri Wahyuni Cipta Ningsih, salah satu pengelola perpustakaan Reader Bug Café, Jl Serma Made Pil, Denpasar, di tengah masyarakat kita muncul ungkapan yang menyebutkan bisa makan saja sudah untung bagaimana bisa beli buku. Sehingga pengembangan perpustakaan menjadi alternatif yang ditawarkan kepada masyarakat. Namun keberadaan perpustakaan sejauh ini di Indonesia dan di Bali khususnya belum mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat akan buku yang bersifat gratis untuk dibaca. Selain itu eksistensi perpustakaan kerap diabaikan sebagian masyarakat. Seakan perpustakaan hanya menjadi tempat mangkal anak sekolah.<br />
Pendidikan kita telah lama meninggalkan peran perpustakaan. Pembelajaran sekolah berjalan tanpa dukungan perpustakaan yang memadai. Padahal perpustakaan selama ini dianggap jantung pendidikan murah bagi rakyat Indonesia. Karena itu menurut Tri Wahyuni Cipta Ningsih kehadiran UU Perpustakaan yang baru merupakan langkah proaktif pemerintah dalam membantu para pustakawan.<br />
Berdasarkan undang-undang itu seluruh lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi wajib memiliki perpustakaan dan mengalokasikan dana minimal 5% untuk biaya operasional. Di lain pihak keberadaan UU Perpustakaan belum disosialisasikan secara merata di tingkat daerah. Buktinya, pengelola perpustakaan swasta ada yang mengaku belum tahu adanya UU Perpustakaan 2007. “Jangan-jangan nanti bisa muncul pungutan liar terhadap perpustakaan swasta,” tegas Aulia Safira S.E dari Reader Bug Café Denpasar.<br />
Hal senada dialami Debby Firmana pustakawan Rumah Buku, Renon Denpasar. Selama ini perpustakaannya berjalan tanpa bantuan dari pihak pemerintah. Buku-buku yang diperoleh merupakan sumbangan dari pihak yayasan, hasil penjualan outlet alat-alat tulis, sumbangan dari luar negeri dan beberapa individu yang peduli terhadap perkembangan perpustakaan. Konsistensi yayasan terhadap arena membaca dan bermain bagi anak-anak jalanan maupun anak-anak sekolah usia 4-12 tahun membuat perpustakaan Rumah Buku tetap bertahan hingga kini. Keberadaan undang-undang sejauh ini dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja perpustakaan yang dikelolanya. “Bahkan saya tidak tahu tentang undang-undang perpustakaan yang berlaku di Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryautopia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryautopia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryautopia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryautopia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryautopia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryautopia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryautopia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryautopia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryautopia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryautopia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryautopia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryautopia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryautopia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryautopia.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=26&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/perpustakaan-jantung-pendidikan-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e074d96da61e9cfeccf22071931c96e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryautopia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian, Peran, dan Fungsi Perpustakaan</title>
		<link>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/pengertian-peran-dan-fungsi-perpustakaan/</link>
		<comments>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/pengertian-peran-dan-fungsi-perpustakaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryautopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryautopia.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=23&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan. Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan.</p>
<p>Memang pengertian perpustakaan terkadang rancu dengan dengan istilah – istilah pustaka, pustakawan, kepustakawanan, dan ilmu perpustakaan. Secara harfiah, perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku – buku atau bahan pustaka. Untuk itu, pada pembahasan kali ini akan dikupas secara mendalam tentang pengantar umum perpustakaan yang meliputi : pengertian perpustakaan, maksud dan tujuan pendirian perpustakaan, jenis – jenis perpustakaan, peranan, tugas, dan funsi perpustakaan, aktifitas pokok perpustakaan, dan perpustakaan sebagai disiplin ilmu.</p>
<p>Pengertian Perpustakaan<br />
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ).</p>
<p>Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Namun, di zaman sekarang, koleksi sebuah perpustakaan tidak hanya terbatas berupa buku-buku, tetapi bisa berupa film, slide, atau lainnya, yang dapat diterima di perpustakaan sebagai sumber informasi. Kemudian semua sumber informasi itu diorganisir, disusun teratur, sehingga ketika kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya.</p>
<p>Dengan memperhatikan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. ( Sugiyanto )</p>
<p>Menurut RUU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.</p>
<p>Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Wiranto dkk,1997).</p>
<p>Secara umum dapat kami simpulkan bahwa pengertian perustakaan adalah suatu institusi unit kerja yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan mengelolanya dengan cara khusus sebagai sumber informasi dan dapat digunakan oleh pemakainya.</p>
<p>Namun, saat ini pengertian tradisional dan paradigma lama mulai tergeser seiring perkembangan berbagai jenis perpustakaan, variasi koleksi dalam berbagai format memungkinkan perpustakaan secara fisik tidak lagi berupa gedung penyimpanan koleksi buku.</p>
<p>Banyak kalangan terfokus untuk memandang perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang terintergrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi – fungsi perpustakaan.</p>
<p>Perkembangannya menempatkan perpustakaan menjadi sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Dari istilah pustaka, berkembang istilah pustakawan, kepustakaan, ilmu perpustakaan, dan kepustakawanan yang akan dijelaskan sebagai berikut :</p>
<p>1. Pustakawan : Orang yang bekerja pada lembaga – lembaga perpustakaan atau yang sejenis dan memiliki pendidikan perpustakaan secara formal.</p>
<p>2. Kepustakaan : Bahan – bahan yang menjadi acuan atau bacaaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa artikel, karangan, buku, laporan, dan sejenisnya.</p>
<p>3. Ilmu Perpustakaan : Bidang ilmu yang mempelajari dan mengkaji hal – hal yang berkaitan dengan perpustakaan baik dari segi organisasi koleksi, penyebaran dan pelestarian ilmu pengetahuan teknologi dan budaya serta jasa- jasa lainnya kepada masyarakat, hal lain yang berkenaan dengan jasa perpustakaan dan peranan secara lebih luas.</p>
<p>4.              Kepustakawanan : Hal – hal yang berkaitan dengan upaya penerapan ilmu perpustakaan dan profesi kepustakawanan.</p>
<p>B. Maksud dan Tujuan Pendirian Perpustakaan</p>
<p>Aktifitas utama dari perpustakaan adalah menghimpun informasi dalam berbagai bentuk atau format untuk pelestarian bahan pustaka dan sumber informasi sumber ilmu pengetahuan lainnya. Maksud pendirian perpustakaan adalah :</p>
<p>Menyediakan sarana atau tempat untuk menghimpun berbagai sumber informasi untuk dikoleksi secara terus menerus, diolah dan diproses.<br />
Sebagai sarana atau wahana untuk melestarikan hasil budaya manusia ( ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya ) melalui aktifitas pemeliharaan dan pengawetan koleksi.<br />
Sebagai agen perubahan ( Agent of changes ) dan agen kebudayaan serta pusat informasi dan sumber belajar mengenai masa lalu, sekarang, dan masa akan datang. Selain itu, juga dapat menjadi pusat penelitian, rekreasi dan aktifitas ilmiah lainnya.<br />
Tujuan pendirian perpustakaan untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat ( Long life education ).</p>
<p>C. Jenis – Jenis Perpustakaan</p>
<p>Jenis – jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi :</p>
<p>Perpustakaan Digital adalah Perpustakaan yang berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktifitas di perpustakaannya secara menyeluruh. Contohnya : Buku atau informasi dalam format electiric book, piringan, pita magnetik, CD atau DVD rom.<br />
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, selanjutnya disebut Perpustakaan Nasional, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang berkedudukan di Ibukota Negara.<br />
Perpustakaan Provinsi adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat.<br />
Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah Kabupaten/Kota serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum.<br />
Perpustakaan Umum : Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan umum terbagi atas :<br />
Perpustakaan Umum Kecamatan, adalah Perpustakaan yang berada di Kecamatan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.<br />
Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan adalah perpustakaan yang berada di Desa/Kelurahan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di desa/kelurahan masing-masing.<br />
Perpustakaan Khusus : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi- koleksi tokoh terkenal. Contohnya : Perpustakaan Bung Hatta.<br />
Perpustakaan lembaga Pendidikan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, PT, dan LSM). Contohnya : perpustakaan Universitas. Pada perpustakaan tingkat PT, perpustakaan dapat dibagi kembali menjadi dua, yaitu : perpustakaan pusat dan perpustakaan tingkat fakultas.<br />
Perpustakaan Lembaga Keagamaan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga keagamaan. Contohnya : Perpustakaan Masjid, perpustakaan Gereja, dll<br />
Perpustakaan Pribadi : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi sendiri dan dipergunakan dalam ruang lingkup yang kecil. Contohnya : Perpustakaan keluarga.<br />
D. Peranan, Tugas, dan Fungsi Perpustakaan</p>
<p>Peranan Perpustakaan</p>
<p>Setiap perpustakaan dapat mempertahankan eksistensinya apabila dapat menjalankan peranannya. Secara umum peran – peran yang dapat dilakukan adalah :</p>
<p>Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.<br />
Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.<br />
Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.<br />
Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.<br />
Berperan sebagai agen perubah, pembangunan dan kebudayaan manusia.<br />
Tugas Perpustakaan</p>
<p>Setiap perpustakaan memiliki kewajiban yang sudah ditentukan dan direncanakan untuk dilaksanakan. Tugas setiap jenis perpustakaan berbeda – beda sesuai dengan kewajiban yang ditetapkan.</p>
<p>Fungsi Perpustakaan</p>
<p>Pada umumnya perpustakaan memiliki fungsi yaitu :</p>
<p>Fungsi penyimpanan, bertugas menyimpan koleksi (informasi) karena tidak mungkin semua koleksi dapat dijangkau oleh perpustakaan.<br />
Fungsi informasi, perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat.<br />
Fungsi pendidikan, perpustakaan menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun non formal.<br />
Fungsi rekreasi, masyarakat dapat menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti : Novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya.<br />
Fungsi kultural, Perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktifitas, seperti : pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar, dan sebagainya.<br />
Hal-hal yang Menghambat Fungsi Perpustakaan Sekolah</p>
<p>Perjalanan perpustakaan sekolah tidaklah semulus yang diharapkan. Ada beberapa hal yang sering menghambat fungsi perpustakaan sekolah. Pertama, terbatasnya ruang perpustakaan di samping letaknya yang kurang strategis. Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit, dengan tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan. Kesadaran dari pihak sekolah sebagai penyelenggara sangatlah kurang. Perpustakaan hanyalah untuk menyimpan koleksi bahan pustaka saja. Pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku di perpustakaan, sehingga perpustakaan dipandang sebagai tempat yang kurang bermanfaat. Dengan melihat keadaan di atas sepertinya pihak sekolah kurang menyadari tentang pentingnya perpustakaan. Keberadaan perpustakaan hanyalah untuk pelengkap saja.</p>
<p>Kedua, keterbatasan bahan pustaka, baik dalam hal jumlah, variasi maupun kualitasnya. Keberadaan bahan-bahan pustaka yang bermutu dan bervariasi sangatlah penting. Dengan banyaknya variasi bahan pustaka, anak akan semakin senang berada di perpustakaan, kegemaran membaca dapat tumbuh dengan subur sehingga kemampuan bahasa siswa dapat berkembang baik dan dapat membantu anak dalam memahami pelajaran-pelajaran lainnya. Mengingat kemampuan bahasa merupakan kemampuan dasar yang sangat berpengaruh dalam belajar. Begitu juga jika bahan pustakanya bermutu, maka anak akan banyak memperoleh pengetahuan yang berguna dalam hidupnya. Namun, untuk mengadakan bahan pustaka yang banyak dan bervariasi dibutuhkan dana yang sangat besar, mengingat harga bahan pustaka biasanya mahal, lebih-lebih jika bahan pustaka tersebut bermutu. Namun, dari pihak sekolah sendiri sering kurang berusaha untuk menambah koleksi bahan pustaka, dengan alasan utama adalah mahalnya harga bahan pustaka. Padahal, anggaran untuk belanja bahan pustaka setiap tahunnya selalu ada, namun jumlah bahan pustaka tidak pernah bertambah.</p>
<p>Ketiga, terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan). Banyak perpustakaan sekolah yang tidak ada petugasnya, atau hanya tugas sambilan. Maksudnya, mereka bukan petugas yang hanya mengurus perpustakaan saja, sehingga sering tugas di perpustakaan jadi dikesampingkan dan perpustakaan dianggap kurang bermanfaat. Lebih-lebih bertugas di perpustakaan adalah pekerjaan yang sangat menjenuhkan, baik dalam hal pelayanan pengunjung maupun perawatan bahan pustaka yang ada, sehingga dibutuhkan suatu kesabaran yang tinggi.</p>
<p>Keempat, kurangnya promosi penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak siswa yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan. Anak kurang tahu tentang kegunaan perpustakaan, begitu juga dengan bahan pustakanya. Dia membutuhkan dorongan dan ajakan untuk berkunjung ke perpustakaan.</p>
<p>Aktivitas Pokok Perpustakaan</p>
<p>Untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya perpustakaan menjalankan aktifitas – aktifitas pokok meliputi : pengembangan, pengolahan, dan pelayanan koleksi.</p>
<p>Perkembangan Disiplin Ilmu Perpustakaan</p>
<p>Cara melihat sesuatu sebagai disiplin ilmu (Scwab,. 1990;7)</p>
<p>Subyek kajian<br />
aplikasi dan kapasitas<br />
metode<br />
hasil akhir<br />
Ilmu perpustakaan dan informasi menurut Syhabuddin Qolyabu (2003; 63) diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan mengkaji rekaman informasi, struktur, dinamika dan transferan informasi, cara memperoleh, mencatat, menyimpan dan menemukankembali untuk didayagunakan dan didistribusikan.</p>
<p>Ilmu perpustakaan dapat dikatakan sebagai disiplin dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu produk, proses dan masyarakat (Daoed Joesoef 1987). Disiplin ilmu menurut Thomson sebagai body of knowledge, sekelompok konsep yang diajarkan bersama.</p>
<p>Perpustakaan dipandang sebagai ilmu dari tiga aspek yaitu :</p>
<p>1.               Ontologis, ilmu perpustakaan dapat dikaji dari definisi dan obyek yang menjadi kajiannya.</p>
<p>2. Epistemologis, bahwa ilmu perpustakaan memiliki kerangka pemikiran logis dan konsisten dengan argumen yang tersusun sebelumnya, menjabarkan hipotesisi sebagai deduksi kerangka pemikirannya, dan melakukan falsifikasi dan verifikasi atas hipotesisi dan mengujinya secara faktual.</p>
<p>3.               Aksiologis, bahwa terbukti ilmu perpustakaan telah membawa kemaslahatan bagi umat manusia.</p>
<p>Dengan demikian ilmu perpustakaan dapat berdiri sebagai disiplin ilmu tersendiri. Saat ini perkembangannya terpengaruhi oleh banyak bidang ilmu namun syarat-syarat diatas bisa terpenuhi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryautopia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryautopia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryautopia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryautopia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryautopia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryautopia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryautopia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryautopia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryautopia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryautopia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryautopia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryautopia.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryautopia.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryautopia.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=23&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/pengertian-peran-dan-fungsi-perpustakaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e074d96da61e9cfeccf22071931c96e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryautopia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH PERPUSTAKAAN NASIONAL</title>
		<link>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/sejarah-perpustakaan-nasional/</link>
		<comments>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/sejarah-perpustakaan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 14:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryautopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryautopia.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah perpustakaan di Indonesia tergolong masih muda jika dibandingkan dengan negara Eropa dan Arab. Jika kita mengambil pendapat bahwa sejarah perpustakaan ditandai dengan dikenalnya tulisan, maka sejarah perpustakaan di Indonesia dapat dimulai pada tahun 400-an yaitu saat lingga batu dengan tulisan Pallawa ditemukan dari periode Kerajaan Kutai. Musafir Fa-Hsien dari tahun 414 M menyatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=18&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah perpustakaan di Indonesia tergolong masih muda jika dibandingkan dengan negara Eropa dan Arab. Jika kita mengambil pendapat bahwa sejarah perpustakaan ditandai dengan dikenalnya tulisan, maka sejarah perpustakaan di Indonesia dapat dimulai pada tahun 400-an yaitu saat lingga batu dengan tulisan Pallawa ditemukan dari periode Kerajaan Kutai. Musafir Fa-Hsien dari tahun 414 M menyatakan bahwa di kerajaan Ye-po-ti, yang sebenarnya kerajaan Tarumanegara banyak dijumpai kaum Brahmana yang tentunya memerlukan buku atau manuskrip keagamaan yang mungkin disimpan di kediaman pendeta. Pada sekitar tahun 695 M, menurut musafir I-tsing dari Cina, di Ibukota Kerajaan Sriwijaya hidup lebih dari 1000 orang biksu dengan tugas keagamaan dan mempelajari agama Budha melalui berbagai buku yang tentu saja disimpan di berbagai biasa.</p>
<p>Di pulau Jawa, sejarah perpustakaan  tersebut dimulai pada masa Kerajaan  Mataram. Hal ini karena di kerajaan ini mulai  dikenal pujangga keraton yang menulis  berbagai karya sastra. Karya-karya tersebut  seperti  Sang Hyang Kamahayanikan yang  memuat uraian tentang agama Budha  Mahayana. Menyusul kemudian sembilan  parwa sari cerita Mahabharata dan satu kanda  dari epos Ramayana. Juga muncul dua kitab  keagamaan yaitu  Brahmandapurana dan Agastyaparwa. Kitab lain yang terkenal  adalah  Arjuna Wiwaha yang digubah oleh  Mpu Kanwa. Dari uraian tersebut nyata  bahwa sudah ada naskah yang ditulis tangan  dalam media daun  lontar yang diperuntukkan  bagi pembaca kalangan sangat khusus yaitu  kerajaan.</p>
<p>Jaman Kerajaan Kediri dikenal  beberapa pujangga dengan karya sastranya.  Mereka itu adalah Mpu Sedah dan Mpu  Panuluh yang bersama-sama menggubah  kitab Bharatayudha. Selain itu Mpu panuluh  juga menggubah kitab Hariwangsa dan kitab  Gatotkacasrayya. Selain itu ada Mpu Monaguna dengan kitab Sumanasantaka dan  Mpu Triguna dengan kitam  Kresnayana.  Semua kitab itu ditulis diatas daun lontar  dengan jumlah yang sangat terbatas dan tetap  berada dalam lingkungan keraton. Periode  berikutnya adalah Kerajaan Singosari. Pada  periode ini tidak dihasilkan naskah terkenal.  Kitab  Pararaton yang terkenal itu diduga  ditulis setelah keruntuhan kerajaan Singosari.</p>
<p>Pada jaman Majapahit dihasilkan  dihasilkan buku  Negarakertagama yang  ditulis oleh Mpu Prapanca. Sedangkan Mpu  Tantular menulis buku  Sutasoma. Pada  jaman ini dihasilkan pula karya-karya lain  seperti  Kidung Harsawijaya,  Kidung  Ranggalawe, Sorandaka, dan Sundayana.  Kegiatan penulisan dan penyimpanan naskah  masih terus dilanjutkan oleh para raja dan  sultan yang tersebar di Nusantara. Misalnya,  jaman kerajaan Demak, Banten, Mataram,  Surakarta Pakualaman, Mangkunegoro,  Cirebon, Demak, Banten, Melayu, Jambi,  Mempawah, Makassar, Maluku, dan  Sumbawa. Dari Cerebon diketahui dihasilkan  puluhan buku yang ditulis sekitar abad ke-16  dan ke-17. Buku-buku tersebut adalah Pustaka Rajya-rajya &amp; Bumi Nusantara (25 jilid),  Pustaka Praratwan (10 jilid),  Pustaka Nagarakretabhumi (12 jilid),  Purwwaka Samatabhuwana (17 jilid), Naskah hukum (2 jilid),  Usadha (15 jilid), Naskah Masasastra (42 jilid), Usana (24 jilid), Kidung (18 jilid), Pustaka prasasti (35 jilid),  Serat Nitrasamaya pantara ning raja-raja (18 jilid), Carita sang Waliya (20 jilid), dan lain-lain. Dengan demikian dapat dikatakan  bahwa Cirebon merupakan salah satu pusat  perbukuan pada masanya. Seperti pada masa-masa sebelumnya buku-buku tersebut  disimpan di istana.  Kedatangan bangsa Barat pada abad  ke-16 membawa budaya tersendiri. Perpustakaan mulai didirikan mula-mula untuk  tujuan menunjang program penyebaran  agama mereka. Berdasarkan sumber sekunder  perpustakaan paling awal berdiri pada masa  ini adalah pada masa VOC (Vereenigde Oost Indische Compaqnie) yaitu perpustakaan gereja di Batavia (kini Jakarta) yang dibangun sejak 1624. Namun karena beberapa kesulitan  perpustakaan ini baru  diresmikan pada 27  April 1643 dengan penunjukan pustakawan  bernama Ds. (Dominus) Abraham Fierenius.  Pada masa inilah perpustakaan tidak lagi diperuntukkan bagi keluarga kerajaan saja, namun  mulai dinikmati oleh masyarakat  umum. Perpustakaan meminjamkan buku  untuk perawat rumah sakit Batavia, bahkan  peminjaman buku diperluas sampai ke  Semarang dan Juana (Jawa Tengah). Jadi  pada abad ke-17 Indonesia sudah mengenal  perluasan jasa perpustakaan (kini layanan  seperti ini disebut dengan pinjam antar  perpustakaan atau  interlibrary loan). Lebih  dari seratus tahun kemudian berdiri  perpustakaan khusus di Batavia. Pada tanggal 25 April 1778 berdiri  Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW) di Batavia. Bersamaan dengan berdirinya lembaga tersebut berdiri pula perpustakaan lembaga BGKW. Pendirian perpustakaan lembaga BGKW tersebut diprakarsai oleh Mr. J.C.M. Rademaker, ketua Raad van Indie (Dewan Hindia Belanda). Ia memprakarsai pengumpulan buku dan manuskrip untuk koleksi perpustakaannya. Perpustakaan ini kemudian mengeluarkan  katalog buku yang pertama di Indonesia yaitu pada tahun 1846 dengan judul  Bibliotecae Artiumcientiaerumquae Batavia Florest Catalogue Systematicus hasil suntingan P.Bleeker. Edisi kedua terbit dalam bahasa  Belanda pada tahun 1848. Perpustakaan ini  aktif dalam pertukaran bahan perpustakaan. Penerbitan yang digunakan sebagai bahan  pertukaran adalah  Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, Verhandelingen van het Bataviaasch  Genootschapn  van Kunsten en Wetenschappen, Jaarboek  serta  Werken buiten de Serie. Karena prestasinya yang luar biasa dalam meningkatkan ilmu dan kebudayaan, maka namanya ditambah menjadi  Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Nama ini kemudian berubah  menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia pada tahun 1950. Pada tahun 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan namanyapun diubah menjadi Museum Pusat. Koleksi perpustakaannya menjadi bagian dari Museum Pusat dan dikenal dengan Perpustakaan Museum Pusat. Nama Museum Pusat ini kemudian berubah lagi menjadi Museum Nasional, sedangkan perpustakaannya dikenal dengan Perpustakaan Museum Nasional. Pada tahun 1980 Perpustakaan Museum Nasional dilebur ke Pusat Pembinaan Perpustakaan. Perubahan terjadi lagi pada tahun 1989 ketika Pusat Pembinaan Perpustakaan dilebur sebagai bagian dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.</p>
<p>Sesudah pembangunan BKGW, berdirilah perpustakaan khusus lainnya seiring dengan berdirinya berbagai lembaga penelitian maupun lembaga pemerintahan lainnya. Sebagai contoh pada tahun 1842 didirikan Bibliotheek’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pada tahun 1911 namanya berubah menjadi  Central Natuurwetenchap-pelijke Bibliotheek van het Departement van Lanbouw, Nijverheid en Handel. Nama ini kemudian berubah lagi menjadi  Bibliotheca Bogoriensis. Tahun 1962 nama ini berubah lagi menjadi Pusat Perpustakaan Penelitian Teknik Pertanian, kemudian menjadi Pusat Perpustakaan Biologi dan Pertanian. Perpustakaan ini berubah nama kembali menjadi perpustakaan ini bernama Perpustakaan Pusat Pertanian dan Komunikasi Penelitian. Kini perpustakaan ini bernama Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Hasil-hasil Penelitian.</p>
<p>Setelah periode tanam  paksa, pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik etis untuk membalas ”utang” kepada rakyat Indonesia. Salah satu kegiatan politik etis adalah pembangunan sekolah rakyat. Dalam bidang perpustakaan sekolah, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Volksbibliotheek atau terjemahan dari perpustakaan  rakyat, namun pengertiannya berbeda dengan pengertian perpustakaan umum. Volksbibliotheek artinya perpustakaan yang didirikan oleh  Volkslectuur (kelak berubah menjadi Balai Pustaka), sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada  Volkschool. Volkschool artinya sekolah rakyat yang menerima tamatan sekolah rendah tingkat dua. Perpustakaan ini melayani murid dan guru serta menyediakan bahan bacaan bagi rakyat setempat. Murid tidak dipungut bayaran, sedangkan masyarakat umum dipungut bayaran untuk setiap buku yang dipinjamnya.</p>
<p>Kalau pada tahun 1911 pemerintah Hindia Belanda mendirikan Hindia Belanda mendirikan  Indonesische Volksblibliotheken, maka pada tahun 1916 didirikan Nederlandsche Volksblibliotheken yang digabungkan dalam  Holland-Inlandsche School (H.I.S). H.I.S. merupakan sejenis sekolah lanjutan dengan bahasa pengantar Bahasa Belanda. Tujuan  Nederlandsche Volksblibliotheken adalah untuk memenuhi keperluan bacaan para guru dan murid.</p>
<p>Di Batavia tercatat beberapa sekolah swasta, diantaranya sekolah milik Tiong Hoa,Hwe Koan, yang memiliki perpustakaan. Sekolah tersebut menerima bantuan buku dari Commercial Press (Shanghai) dan Chung Hua Book Co. (Shanghai).</p>
<p>Sebenarnya sebelum pemerintah Hindia Belanda mendirikan perpustakaan sekolah, pihak swasta terlebih dahulu mendirikan perpustakaan yang mirip dengan pengertian perpustakaan umum dewasa ini. Pada tahun awal tahun 1910 berdiri Openbare leeszalen. Istilah ini mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah ruang baca umum. Openbare leeszalen  ini didirikan oleh antara lain  Loge der Vrijmetselaren,  Theosofische Vereeniging, dan Maatschappij tot Nut van het Algemeen. biaya tertentu dengan disertai permohonan kepada pembacanya supaya menangani naskah dengan baik.</p>
<p>Disamping perpustakaan yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda, sebenarnya tercatat juga perpustakaan yang didirikan oleh orang Indonesia. Pihak Keraton Mangkunegoro mendirikan perpustakaan keraton sedangkan keraton Yogyakarta mendirikan Radyo Pustoko. Sebagian besar koleksinya adalah naskah kuno.</p>
<p>Perkembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia dimulai pada awal tahun 1920an yaitu mengikuti berdirinya sekolah tinggi, misalnya seperti Geneeskunde Hoogeschool di Batavia (1927) dan kemudian juga di Surabaya dengan STOVIA; Technische Hoogescholl di Bandung (1920),  Fakultait van Landbouwwentenschap (er Wijsgebeerte Bitenzorg, 1941),  Rechtshoogeschool di Batavia (1924), dan  Fakulteit van Letterkunde di Batavia (1940). Setiap sekolah  tinggi atau fakultas itu mempunyai perpustakaan yang terpisah satu sama lain.</p>
<p>Pada jaman Hindia Belanda juga  berkembang sejenis perpustakaan komersial  yang dikenal dengan nama  Huurbibliotheek  atau perpustakaan sewa. Perpustakaan sewa  adalah perpustakaan yang meminjamkan  buku kepada kepada pemakainya dengan  memungut uang sewa. Pada saat itu tejadi  persaingan antara  Volksbibliotheek dengan  Huurbibliotheek. Sungguhpun demikian  dalam prakteknya terdapat perbedaan bahan  bacaan yang disediakan.  Volksbibliotheek  lebih banyak menyediakan bahan bacaan  populer ilmiah, maka perpustakaan  Huurbibliotheek lebih banyak menyediakan  bahan bacaan berupa roman dalam bahasa  Belanda, Inggris, Perancis, buku remaja serta  bacaan gadis remaja.</p>
<p>Disamping penyewaan buku  terdapat  penyewaan  naskah, misalnya penulis  Muhammad Bakir pada tahun 1897 mengelola sebuah perpustakaan sewaan di  Pecenongan, Jakarta. Jenis sewa Naskah juga  dijumpai di Palembang dan Banjarmasin.  Naskah  disewakan  pada   umumnya  dengan  perpustakaan ini tidak dipinjamkan, namun  boleh dibaca di tempat.</p>
<p>Pada masa penjajahan Jepang hampir  tidak ada perkembangan perpustakaan yang  berarti. Jepang hanya mengamankan beberapa gedung penting diantaranya  Bataviaasch  Genootschap van Kunten Weetenschappen.  Selama pendudukan Jepang  openbare  leeszalen ditutup.  Volkbibliotheek dijarah  oleh rakyat dan lenyap dari permukaan bumi.  Karena pengamanan yang kuat pada gedung  Bataviaasch Genootschap van Kunten Weetenschappen maka koleksi perpustakaan  ini dapat dipertahankan, dan merupakan cikal  bakal dari Perpustakaan Nasional.</p>
<p>Perkembangan pasca kemerdekaan  mungkin dapat dimulai dari tahun 1950an  yang ditandai dengan berdirinya perpustakaan baru. Pada tanggal 25 Agustus 1950  berdiri perpustakaan Yayasan Bung Hatta  dengan koleksi yang menitikberatkan kepada  pengelolaan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Indonesia. Tanggal 7 Juni 1952  perpustakaan  Stichting voor culturele  Samenwerking, suatu badan kerjasama  kebudayaan antara pemerintah RI dengan  pemerintah Negeri Belanda, diserahkan  kepada pemerintah RI. Kemudian oleh  Pemerintah RI diubah menjadi Perpustakaan  Sejarah Politik dan Sosial Departemen P &amp; K.</p>
<p>Dalam rangka usaha melakukan  pemberantasan buta huruf di seluruh pelosok  tanah air, telah didirikan Perpustakaan  Rakyat yang bertugas membantu usaha  Jawatan Pendidikan Masyarakat melakukan  usaha pemberantasan buta huruf tersebut.  Pada periode ini juga lahir perpustakaan  Negara yang berfungsi sebagai perpustakaan  umum dan didirikan di Ibukota Propinsi.  Perpustakaan Negara yang pertama didirikan  di Yogyakarta pada tahun 1949, kemudian  disusul Ambon (1952); Bandung (1953);  Ujung Pandang (1954); Padang (1956);  Palembang (1957); Jakarta (1958);  Palangkaraya, Singaraja, Mataram, Medan, Pekanbaru dan Surabaya (1959). Setelah itu  menyusul kemudian Perpustakaan Nagara di  Banjarmasin (1960); Manado (1961); Kupang  dan Samarinda (1964). Perpustakaan Negara  ini dikembangkan secara lintas instansional  oleh tiga instansi yaitu Biro Perpustakaan  Departemen P &amp; K yang membina secara  teknis, Perwakilan Departemen P &amp; K yang  membina secara administratif, dan  Pemerintah Daerah Tingkat Propinsi yang  memberikan fasilitas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryautopia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryautopia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryautopia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryautopia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryautopia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryautopia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryautopia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryautopia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryautopia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryautopia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryautopia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryautopia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryautopia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryautopia.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=18&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/sejarah-perpustakaan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e074d96da61e9cfeccf22071931c96e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryautopia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH PERPUSTAKAAN DUNIA</title>
		<link>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/sejarah-perpustakaan-dunia/</link>
		<comments>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/sejarah-perpustakaan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 14:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryautopia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryautopia.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan perpustakaan tidak lepas dari sejarah manusia, karena Perpustakaan merupakan produk manusia. Dalam sejarahnya, manusia mula &#38;ndash; mula mengembara ke berbagai tempat. Kehidupan ini disebut kehidupan nomaden Pada perkembangan berikutnya manusia mulai menetap dengan mata pencaharian utama yakni bertani. Dalam kehidupan mengembara dan bertani, manusia memperoleh pengalaman bahwa bila dia memberi tanda pada sebuah batu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=5&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan perpustakaan tidak lepas dari sejarah manusia, karena Perpustakaan merupakan produk manusia. Dalam sejarahnya, manusia mula &amp;ndash; mula mengembara ke berbagai tempat. Kehidupan ini disebut kehidupan nomaden Pada perkembangan berikutnya manusia mulai menetap dengan mata pencaharian utama yakni bertani. Dalam kehidupan mengembara dan bertani, manusia memperoleh pengalaman bahwa bila dia memberi tanda pada sebuah batu, pohon, papan, lempengan serta benda lainnya, ternyata manusia dapat menyampaikan berita ke manusia lainnya. Pesan ini dipahatkan pada batu atau pohon atau benda lainny, manusia mulai berkomunikasi dengan kelompok lain melalui bahasa tulisan.Bila kegiatan memberi tanda tersebut berlangsung dari generasi ke generasi berikutnya maupun dari suku ke suku lainnya maka banyak dugaan Perpustakaan dalam benuknya yang sangat sederhana sudah dikenal ketika manusia mulai melakukan kegiatan penulisan ke berbagai benda. Benda itu dapat diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya ataupun dapat dibaca suku lain. Walaupun demikian, kita tidak pernah mengtahui kapan Perpustakaan pertama kali berdiri.</p>
<p><b>SUMERIA DAN BABYLONIA</b></p>
<p>Perpustakaan sedah dikenal sejak 3000 tahun yang lalu. Penggalian di bekas kerajaan Sumeria menunjukkan bahwa bangsa Sumeria sekitar 3000 tahun sebelum Masehi telah menyalin rekening, jadwal kegiatan, pengetahuan yang mereka peroleh dalam bentuk lempeng tanah liat(clay tablets). Tulisan yang dpergunakan masih berupa gambar (pictograph), kemudian ke aksara Sumeria. Kebudayaan Sumeria termasuk kepercayaan , praktek keagamaan, dan tulisan Sumeria, kemudian diserap oleh Babylonia yang menaklukkan Sumeria. Tulisan Sumeria kemudian diubah menjadi tulisan paku (cuneiform) karena mirip paku. Semasa pemerintahan raja Ashurbanipal dan Assyria (sekitar tahun 668-626 sebelum Masehi) didirikan Perpustakaan kerajaan di ibukota Niniveh, berisi puluhan ribu lempeng tanah liat yang dikumpulkan dari segala penjuru kerajaan. Untuk mencatat koleksi digunakan system subjek serta tanda pengenal pada tempat penyimpanan. Banyak dugaan bawa Perpustakaan ini terbuka bagi kawula kerajaan.</p>
<p><b>MESIR</b></p>
<p>Pada masa yang hampir bersamaan, peradaban Mesir Kuno pun berkembang. Teks tertulis paling awal yang ada di Perpustakaan Mesir berasal dari sekitar tahun 40000 SM, namun gaya tulisannya berbeda dengan tulisan sumeria. Orang Mesir menggunakan tulisan yang disebut hieroglyph. Tujuan heroglyph ialah memahatkan pesan terakhir di monumen karena tulisan dimaksudkan untuk mengagungkan raja sedangkan tulisan yang ada di tembok dan monument dimaksudkan untuk memberi kesan kepada dunia. perpustakaan Mesir bertamabah maju berkat penemuan penggunaan rumput papyrus sekitar tahun1200 SM. Untuk membuat lembar papyrus maka isi batang papyrus dipotong menjadi lembaran tipis, kemudian dibentangkan satu demi satu dan tumpuk demi tumpuk. Kedua lapisa kemudia dilekatkan dengan lem, ditekan, diratakan, dan dipukul sehingga permukaannya rata. Dengan demikian, permukaan lembaran papyrus dapat digunakan sebagai bahan tulis, sedangkan alat tulisnya berupa pena sapu dan tinta. Umumnya tulisan Hierolgyph hanya dipahami oleh pendeta karena itu papyrus banyak ditemukan di kuil-kuil brisi pengumuman resmi, tulisan keagamaan, filsafat, sejarah, dan ilmu pengetahuan. Pengembangan perpustakaan Mesir terjadi semasa raja Khufu, Khafre, dan Ramses II sekitar tahun 1250 SM. Perpustakaan raja Ramses II memiliki sekitar 20.000 buku.</p>
<p><b>YUNANI</b></p>
<p>Peradaban Yunani mengenal tulisan Mycena sekitar tahun 1500 SM, kemudian tulisan tersebut lenyap. Sebagai penggantinya, orang Yunani menggunakan 22 aksara temuan orang Phonicia, kemudian dikembangkan 26 aksara seperti yang kita kenal dewasa ini. Yunani mulai mengenal Perpustakaan milik Peistratus (dari Athena) dan Polyerratus (dari Samos) sekitar abad ke-6 dan ke-7 SM. Perpustakaan berkembang pula semasa kejayaan Yunani dibawah pimpinan Pericles sekitar abad ke-5 SM. Pada saat itu, membaca merupakan pengisi waktu senggang serta merupakan awal dimulainya perdagangan buku. Filosof Aristoteles dianggap sebagai orang pertam kali yang mengumpulkan,menyimpan, dan memanfaatkan budaya masa lalu. Koleksi Aristotels kelak dibawa ke Roma.</p>
<p>Perkemabangan perpustakaan zaman kuno Yunani mencapai puncaknya semasa Abad Hellenisme, yang ditandai dengan penyebaran ajaran dan kebudayaan Yunani. Ini terjadi berkat penaklukan Alexander Agung beserta penggantinya, pembentukan kota baru Yunani. Dan pemngembangan pemerintahan Monarchi. Perpustakaan utam terletak di kota Alexandria, Msir, dan kota pergamum, di Asia Kecil. Di Kota Alexandria berdiarilah sebuah Museum, salah satu bagian utamnya ialah Perpustakaan dengan tujuan mengumpulkan teks Yunani dan manuskrip segala bahasa dari semua penjuru. Berkat usahan Demetrius dari Phalerum, perpustakaan Alexandria berkembang pesat sehingga memiliki 200.000 gulungan papyrus hingga natinya mencapai 700.000 gulungan pada abad pertama SM. Perpustakaan kedua disebut Serapeum, memiliki 42.800 gulungan terpilih, kelak berekembang hingga 100.000 gulungan. Semua gulungan papyrus ini disunting, disusun, menurut bentuknya, dan diberi catatan untuk disusun menjadi sebuah bibliografi sastra Yunani berjumlah 120 jilid.</p>
<p>Di Asia kecil kota Pergamum, seperti halnya Alexandria berkembang menjadi pusat belajar serta kegiatan sastra. Pada abad ke-2 SM, Eumenes II mendirikan sebuah Perpustakaan serta mulai mengumpulkan semua manuskrip, bahkan bila perlu membuat salinan manuskrip lain. Untuk menyalin ini digunakan sejumlah besar papyrus yang diimpor dari Mesir. Karena khawatir persediaan papyrus di Mesir akan habis serta rasa iri akan pesaingnya maka raja Mesir menghentikan ekspor papyrus ke Pergamum. Akibatnya, perpustakaan Pergamum harus mencari bahan tulis lain kecuali papyrus. Maka dikembangkanlah bahan tulis baru yang disebut perchamen artinya kulit binatang, terutama biri-biri atau anak lembu. Sebenarnya bahan tulis ini sudah lama dikenal Yunani, namun karena harganya lebih mahal dari papyrus maka papiruslah yang digunakan. Parchmen dikembangkan sehingga akhirnya menggantikan papyrus sebagai bahan tulis hingga penemuan mesin cetak pada abad menengah. Koleksi perpustakaan Pergamum mencapai 100.000 gulungan. Dalam perkembangannya, koleksi perpustakaan Pergamum nantinya diserahkkan ke Perpustakaan Alexandria sehingga Perpustakaan Alxandria menjadi Perpustakaan terbsar pada zamannya.</p>
<p><b>ROMA</b></p>
<p>Yunani mempengaruhi kehidupan budaya dan intelektual Roma. Ini terbukti bahwa banyak orang Roma mempelajari sastra, filsafat, dan ilmu pengetahuan Yunani, bahkan juga bertutur bahasa Yunani. Perpustakaan pribadi mulai tumbuh karena perwira tinggi banyak yang membawa rampasan perang termasuk buku. Julius Caesar bahkan memerintahkan agar Perpustakaan terbuka untuk umum. Perpustakaan kemudian tersebar ke seluruh bagian kerajaan Roma. Pada masa ini diganti dengan codec, yang merupakan kumpulan parchmen, diikat serta dijilid menjadi satu sperti buku yang kita kenaldewasa ini. Codex mulai digunakan secara besar-besaran abad ke-4.</p>
<p>Perpustakaan mulai mengalami kemunduran tatkala kerajaan Roma mulai mundur. Akhirnya, yang tinggal hanyalah Perpustakaan biara, yang lain uumnya lenyap akibat serangan orang-orang barbar.</p>
<p><b>BYZANTIUM</b></p>
<p>Kaisar Konstantin Agung menjadi raja Kerajaan Roma barat dan Timur pada tahun 324. Ia memilih ibukota di Byzantium kemudian diubah menjadi Konstantinopel. Ia mendirikan Perpustakaan kerajaan serta menekankan karya Latin karena bahasa Latin merupakan bahasa resmi hingga adad ke-6. Koleksi ini nanti ditambah dengan karya orang Kristen dan non-Kristen, baik dalam bahasa Yunani maupun Latin. Koleksinya tercatat hingga 120.000 buku. Pada waktu itu gereja merupakan pranata kerajaan paling penting. Karena adanya ketentuan bahwa seorang uskup harus memiliki sebuah perpustakaan maka perpustakaan gereja berkembang. Kerajaan Byzantium kaya, berpenduduk padat, secara kultural, intelektual dan politiknya cukup matang yang diperkaya oleh ajaran Yunani dan Timur serta dipengaruhi tradisi Roma dalam pemerintahan. Kerajaan in bertahan hingga abad ke-15. Antara pertengahan abad ke tujuh hingga pertengahan abad ke-9 terjadi kontoversi mengenai ikonoklasme yaitu penggambaran Yesus dan orang kudus lainnya pada benda. Akibat larangan ini banyak biara ditutup, artanya disita. Akibatnya lagi, biarawan Yunani mengungsi ke Italia. Selam periode ini, hiasan manuskrip dengan menggunkan huruf rias, gulungan maupun miniatur tidak disgunakan dalam karya keagamaan maupun Bibel. Setelah kontroversi berakhir, minat terhadap karya Yunani kuno berkembang lagi. Selama 300 tahun karya Yunani disalin, ditulis kembali, diberi komentar, dibuatkan ringkasan sastra Yunani bahkan juga dikembangkan ensiklopedia dan leksikon mengenai Yunani.</p>
<p><b>ARAB</b></p>
<p>Agama Islam &nbsp;muncul pada abad ke-7. Islam kemudian mulai menyebar ke daerah sekitar Arab. Dengan cepat pasukan Isam menguasai Syria, Babylonia, Mesopotamia, Persia, Mesir, seluruh bagian utara Afrika, serta menyeberang ke Spanyol. Orang Arab berhasil dalam bidang Perpustakaan dan berjasa besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan dan matematika ke Eropa.</p>
<p>Dalam Abad ke-8 dan ke-9, tatkala Konstantinopel mengalami kemandegan dalam hal karya sekuler maka Bagdad berkembang sebagai pusat kajian karya Yunani. Ilmuwan Muslim mulai memahami pikiran Aristoteles. Ilmuwan Muslim mengkaji dan menerjemahkan karya filsafat, pengetahuan dan kedokteran Yunani ke dalam bahasa Arab; kadang-kadang dari versi bahasa Syriac ataupun Aramaic. Puncak kejayaan terjemahan ni terjadi semas pemerintahan Abbasid Al-Mamun, yang menidrikan rumah kebijakan pada tahun 810, sebuah lembaga studi yang menggabungkan unsure perpustakaan, akademi, dan biro terjemahan. Selam abad ke-8, ilmu alam, matematika, dan kedokteran benar-benar dipelajari, karya Plato, Aristoteles, Hippocrates, dan Galen diterjamahkan ke dalam bahasa Arab, termasuk pula penelitian asli dalam bidang astrologi, alkhemi, dan magis. Dalam penaklukan ke timur, orang Arab berhasil mengetahui cara pembuatan kertas dari orang Cina; pada abad ke-8 di Bagdad telah berdiri pabrik kertas. Teknik pembuatan kertas selama hamper lima adab dikuasai orang Arab. Karena harganya murah, banyak, serta mudah ditulis maka produksi buku melonjak dan Perpustakaan pun berkembang. Tercatat perpustakaan mesjid dan lembaga pedidikan. Perpustakaan kota Shiraz memiliki catalog, disusun menurut tempat serta dikelola oleh staf perpustakaan. Pada abad ke-11, Perpustakaan Kairo memiliki sekitar 150.000 buku.</p>
<p>Di Spanyol, orang Arab mendirikan Perpustakaan Cordoba yang memiliki 400.000 buku. Di Perpustakaan Cordoba, Toledo, dan Seville karya klasik diterjemahkan ke bahasa Arab dari bahasa Syriac. Ketika Spanyol direbut tentara Kristen, ribuan karya klasik ini diketemukan, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin kemudian disebar ke seluruh Eropa.</p>
<p><b>RENAISSANCE</b></p>
<p>Renaissance mula pada abad ke-14 di Eropa Barat. Secara tidak langsung.Renaissance tumbuh akibat pengungsian ilmuwan Byzantine dari Konstantinope. Mereka lari karena ancaman pasukan Ottoman dari Turki. Sambil mengungsi, ilmuwan ini membawa juga manuskrip penulis kuno. Ilmuwan Italia menyambut kedatangan ilmuwan Byzantine ini serta mendorong pengembangan kajian Yunani dan Latin. Karya ini kemudian tersebar ke Eropa Utara dan Barat, sebagian diantarnya disimpan di Perpustakaan biara maupun universitas yang mulai tumbuh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryautopia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryautopia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryautopia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryautopia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryautopia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryautopia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryautopia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryautopia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryautopia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryautopia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryautopia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryautopia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryautopia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryautopia.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryautopia.wordpress.com&amp;blog=9196191&amp;post=5&amp;subd=ryautopia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryautopia.wordpress.com/2009/08/27/sejarah-perpustakaan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e074d96da61e9cfeccf22071931c96e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryautopia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
